Beruntunglah kita dipertemukan kembali oleh ALLOH SWT. dengan bulan
Ramadhan tahun ini. Sebelas bulan telah kita lewati dengan beragam
aktifitas kegiatan, yang pasti enjoy bagi kita. Namun sering pula kita
tidak sadar dalam ke-enjoy-an itu kita jauh meninggalkan ajaran suci
yang di ajarkan melalui sang Rasul. Jauh.....jauh.....dan kita kian
terhanyut dalam lembah kemaksiatan. Indera kita tidak kita jaga dari
hal-hal yang tidak baik menurut agama. Mata, hidung, telinga, tangan,
kaki, apalagi mulut kita. Harus kita sadari, indera kita bukanlah
sekedar alat untuk mengindera yang dhohir / syar'iat, tapi jauh di
domain bathin kita dapat menjadikan indera kita sebagai media mengingat
bahkan memeluk erat Sang Kekasih Abadi. Mulut kita, secara dhohir
memang untuk menguyah, bicara, atau sekedar menjalankan kemauan kita
secara biasa. Namun lebih dari itu sebenarnya kita dapat jadikan untuk
selalu dzikir, amar ma'ruf nahi munkar, dan itupun juga dianjurkan dalam
Al Qur'an (kitab suci yang tidak ada keraguan). Momentum Ramadahan ini
adalah media efektif untuk kita jadikan alat pengendali diri dalam
menggunakan indera kita secara baik dan bertanggung jawab. Bukankah kita
tau bahwa semua yang kita kerjakan ada pertanggung jawabannya? Biar
tidak sia-sia ibadah kita di bulan yang penuh keberkahan ini, marilah
kita introspeksi dan muhasabah sebelum ramadhan berakhir dan
dipertemukan kembali tahun depan. Itupun kalau ALLOH SWT. berkehendak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar